Langsung ke konten utama

Postingan

Bagian-Bagian Rumah

Air sisa cucian yang sedari tadi ditumpahkan masih saja menetes, menciptakan genangan berlumpur di sekitar tenda cucian. Hampir mirip rawa-rawa kecil. Beberapa bungkus sabun colek ekonomis nampak berserakan di sekitar tenda, begitu juga dengan butir-butir nasi sisa makanan. Tenda cucian yang licin dan hitam legam pada bagian atasnya, genangan lumpur hitam di sekitarnya, serta bungkus-bungkus sabun colek yang sudah pudar warnanya membuktikan umur tenda itu, dan betapa banyaknya air sisa cucian yang selama ini ditumpahkan padanya. Seorang wanita jangkung berdaster melangkah ke dalam rumah melalui pintu dapur. Rambutnya yang sebagian beruban nampak berkilau ditempa cahaya matahari pagi, khas rambut-rambut wanita desa yang rutin digumuli santan kelapa tua. Otot-otot tangannya nampak mengencang seiring diangkatnya sebaskom cucian perkakas makan yang semalam dipakai. Demikian juga dengan otot-otot kaki yang mengancang seiring ia melangkah, tanda beratnya cucian perkakas yang ia bawa. De...

Fiksi

Jangan-jangan aku hanya cerita fiksi yang pernah membekas di antara selangkanganmu Pada waktu yang tepat Kau akan angkat aku lalu kau jadikan buah tangan bagi pria lain Mereka akan meloncat kegirangan Lalu pergi menceritakannya kepada dunia Persis para rasul yang diutus rabi mewartakan kasihnya Benar kata orang, cinta Fiksi memang lebih menggiurkan dari pada kenyataan Apalagi dalam urusan lelaki // Senyata-nyatanya indah lekuk tubuhmu Kau tak lebih dari seonggok daging pemicu berahi Di sanalah puncak kenikmatan fiksi akanmu Kau berhasil memiskinkan sudut pandangku tentang kecantikan Kini dadamu hanya tentang payudara Bukan lagi etalase indah berisi hati semesta Pada akhirnya aku hanya benar-benar manusia yang berusaha mengawinkan diri dengan kesudahan Cerita fiksi yang tak lelah berpindah dari selangkangan ke selangkangan

Media Jualan Sensasi

Dewasa ini trending topik media sosial (twitter/instagram/tik-tok) sering kali menjadi alternatif topik, bahkan menjadi berita utama pada beberapa media nasional. Media nasional sebagai ruang mainstream diskusi publik pada beberapa kondisi tertentu diisi oleh topik-topik trending dari media sosial.  Dari sudut pandang ekonomi, hal ini sebenarnya lazim-lazim saja. Media nasional memang bekerja dengan logika rating. Jika ditelaah lebih mendalam topik per topik dari media nasional, maka hemat saya akan kelihatan bagaimana media begitu menghamba rating. Media tidak mau kehilangan rating, kadang dengan mengabaikan informasi apa yang paling penting untuk diketahui publik.  Dengan kata lain, media nasional bisa saja menyodorkan berita-berita receh secara terus-menerus, jika berita-berita tersebut berpotensi rating tinggi. Salah satu contoh pemberitaan yang dapat menggambarkan karakter hamba rating media adalah berita tentang kasus asusila Gisel.  Dari sisi viralitas berita, tida...

Makhluk (Maya) Tanpa Etika

  Wacana mengenai  kesopanan netizen Indonesia akhir-akhir ini sedang marak diperbincangkan. Dilansir dari kompas.com 7/03/2021, Indonesia didapuk sebagai negara dengan tingkat kesopanan pengguna internet terendah se-Asia Tenggara. Hal tersebut merupakan hasil dari digital civility index yang dirilis Microsoft akhir Februari lalu. Microsoft melakukan penelitian pada 32 negara, dan mendapatkan Indonesia berada pada urutan ke-29. Penelitian tersebut kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kesopanan pengguna internet terendah di Asia Tenggara. Hal ini secara umum juga berbanding lurus dengan trend penggunaan internet di Indonesia yang terbilang tinggi. Dilansir dari databoks.katadata.co.id yang di publikasikan pada 28/09/2020, tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 62,6%. Tingkat penetrasi internet tersebut menduduki urutan ke-6 terbesar se-Asia Tenggara, jauh di atas Kamboja dan Laos.  Jika dikaitkan deng...

Racun

Tak ada kemenangan yang lebih jaya Dari melepaskan diriku dari racun kasihmu Pikirkan baik-baik oh wahai Sejak kapan jatuh cinta itu bencana Bukankah itu saat paling indah dalam hidup anak manusia Bagaimana tidak Segala intuisiku ditarik mundul dari kegilaan Dicambuk dan diarahkan paksa padamu Aku sempat berpikir kasmaran macam ini Masakan ia menjarah hartaku paling berharga begitu saja Wajar saja insting binatangku masih demikian kuat Mudahnya Ia merambah liar ke dasar jiwaku Mencari intuisi-intuisi nakal yang masih bermain-main mencari corong surga Ditariknya dengan paksa Lagi-lagi diarahkannya padamu Tak ada tersisa Hanya kekosongan dan aku dan semua intuisi berdiri berdampingan menatapmu bagai bidadari Benar saja Aku terlena pada indahmu Sekian lama sekian payah Intuisi-intuisi gilaku mulai pergi Mereka ingin mencari suaka lain dalam diri anak manusia Mereka sudah tidak mengenalku lagi Pun kekosonganku sudah tidak berwadah Ia menjelma hampa yang menghilang be...

Dilema Pembelajaran Online

                                                 Pandemi covid-19 sampai saat ini semakin menunjukan dampak desktruktifnya yang multidimensional. Hampir semua bidang kehidupan manusia jatuh terbengkalai. Solusi atau gagasan work from home atau slogan-slogan seperti di rumah aja, ternyata belum efektif untuk mengakomodasi terbengkalainya sector-sektor kehidupan masyarakat. Selain itu, beberapa solusi sektoral pada bidang tertentu terbukti memperparah krisis pada bidang lainnya. Misalnya adalah kebijakan pemotongan dana bos untuk kepentingan medis, yang kemudian berdampak pada lesunya sector pendidikan hampir pada semua level, baik pendidikan dasar ataupun pendidikan tinggi. Sampai disini kita sepakat bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 bukan hanya multidimensional (multi-sector) tertapi juga terjadi secara sistemik, yakni dari bidang yang s...

Sapardi Hidup Lagi

Sayup matamu jelas terlihat dari foto-foto lawas yang diunggah oleh muda-mudi sosialita. Kau terlihat rupawan dengan topi nyentrik dan wajah oval berkerut. Garis wajahmu menyilang satu sama lain. Persis hujan bulan Juni dan kesederhanaan cintamu pada dunia, yang bercampur indah dalam alunan syairmu. Aneh juga. Mereka tiba-tiba sedih dan beramai-ramai jatuh cinta padamu. Ada yang tahu kau siapa. Ada yang tau apa yang sudah kau buat. Ada juga yang benar-benar jatuh cinta padamu. Ada juga yangbenar tidak tahu kau siapa. Barang kali hanya karena kebetulan melihat wajahmu pada qoute-quote cinta pada gawai mereka. Maka benarlah katamu. 'Aku mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. 'Kau harus mati dahulu, agar kau hidup. Begitukah?Beberapa bertanya, 'apakah kau mati dibunuh zaman? Apakah kau sudah tidak tahan menjadi hujan bulan Juni, yang kau syairkan begitu indah? Atau apakah cinta Tuhan sudah selesai padamu? ...

Nafkah Anak Perawan

Lapar sangat anak perawan lapar sangat Barangkali sudah berminggu-berminggu batinnya tak terisi Tak dinafkahi berahi katanya Adapun pergilah ia melalang ke rumah-rumah pembeli rupa Pun juga ke kos-kos mahasiswa Barangkali ada remah-remah berahi yang bisa ia makan Nihil Semakin ke sini semakin ia sadar Ia ternyata lapar welas Ia haus asih Dan nafsu berahi merasukinya lebih dulu // Semakin lapar anak perawan semakin lapar Entah sampai kapan

Perjalanan ke Gereja

                                                 Cukup panjang perjalanan anak perawan ke gereja siang itu Banyak sekali dosa dan manusia yang dipamerkan oleh punggung-punggung jalanan Di sepanjang jalan ramai sekali mereka bersaing menunjukan bentukannya Ada yang bersenggama begitu saja di depan kantor bupati Ada yang bersenggama di lampu-lampu lalu lintas Adapun juga yang bersenggama di gerbang-gerbang pemakaman 'Dengan atau tanpa cinta toh hitungannya tetap dosa' Begitu rupanya pikir anak perawan Berjalan lagi ia berjalan lagi Tak ada yang membantunya memahami dunia Semua orang hanya menangis dan tertawa tak berdaya Persis saat anak manusia memanggul salibnya ke bukit golgota Pun demikianlah ia sampai di gereja Sembari mencelup tangannya pada air berkat Anak perawan berucap demikian "Harus kami mati saja tuhan agar dunia ini kekurangan dosa?" Rupanya ia teringa...

Kebutuhan Wisata Era New Normal

Pada masa new normal sekarang ini, banyak kegiatan masyarakat yang kembali dilakukan kembali. Gagasan ini sebenarnya muncul karena kesadaran bahwa ternyata konsep WFH (work from home) atau slogan di rumah aja, belum cukup mengakomodasi kebutuhan hidup masyarakat secara keseluruhan. Walau bagaimanapun, life must go on. Isn’t it ? Sekarang kita bisa melihat bagaimana kegiatan ekonomi, kegiatan pendidikan, kegiatan sosial, kegiatan perkantoran, dan banyak kegiatan lainnya sudah mulai dilakukan secara offline. Sebut saja, coffeshop-coffeshop, mal-mal, sekolah-sekolah, ataupun kantor-kantor pemerintah. Selain itu, salah satu kegiatan yang palin kentara terimbas kebijakan new normal adalah bidang pariwisata. Ada dua alasan mendasar yang seyogianya melatarbelakangi kebijakan pembukaan kembali wisata ini. Yang pertama, negara kita kehilangan pendapatan yang begitu besar akibat spot-spot wisata yang secara serentak ditutup. Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) dilansir dari VOI....

Membumikan Kegilaan Intuisi

  Bagi saya menulis sastra adalah kegilaan pada semua partisinya. Menulis sastra tanpa kegilaan bagi saya adalah nihil. Saya percaya dari kegilaan inilah makna-makna liar tentang kehidupan dan segala kompleksitasnya lahir , dan menjelma ke dalam bahasa manusia. Melalui kegilaan makna-makna liar itu dibungkus dalam bentuk karya sastra, lalu disebar secara sporadis kepada umat manusia. Dengan demikian kegilaan manusia yang satu dapat dirasakan oleh manusia yang lain, begitupun sebaliknya. Singkat cerita umat manusiapun dijangkiti semacam virus ‘kegilaan’ intuisi. Mereka akan sibuk dengan intuisinya masing-masing. Dengan begitu, semua masalah hidup tak akan lagi dipandang sebagai masalah, melainkan kumpulan makna yang berusaha mengingatkan manusia akan sesuatu yang lebih besar di baliknya. Dalam pengalaman saya pribadi, menulis sastra itu lebih dari sekadar kata-kata indah, atau pola-pola tulisan ikonik seperti milik Sapardi, Joko Pinurubo, dan sejenisnya. Satu-satunya cara saya m...

NETIZEN PUBER YANG KEBETULAN POLITISI

                                     Foto: CNN,10/8/2020 ‘ Netizen ’ dewasa ini menjadi semacam orientasi dari segala macam kegiatan digital, baik kegiatan ekonomi, kegiatan politik, kegiatan sosial, ataupun kegiatan berbasis massa lainnya. Hal ini sebenarnya terjadi karena masyarakat sudah ‘hidup’ dalam dunia digital ( digital society ). Sebut saja dalam hal promosi suatu produk. Mengetahui karakter netizen dan kemudian menguasai cara menarik minatnya adalah hal utama yang mesti dilakukan agar promosi bisa berjalan baik. Karakter yang dimaksudkan disini misalnya budaya nyinyir yang kental tanpa belas kasihan, oknum khusus yang sedang menjadi fokus nyinyir netizen , suatu tren tunggal yang massal, atau juga karakter lainnya yang seyogyanya dapat dijadikan celah promosi. Dengan kata lain, keberhasilan di dunia digital adalah tentang memenangkan hati netizen . Topik tentang netizen memang tida...

asbak dan rindu kesumatnya

 Asbak itu sudah melamun sejak lama Ia rindu abu dan puntung memenuhinya Abu dan puntung yang kadang melimpah Melimpah sampai-sampai dimuntahkan keluar Ia rindu saat-saat api rokok dimatikan Lalu pelan-pelan menghembuskan asap terakhir padanya Ia rindu tampilannya yang dekil dan berkerak Abu-abu lawas yang mengendap Mengendap lalu menghabiskan malam bersamanya // Sewaktu-waktu ia menggerutu Masakan ia kembali seperti barang etalase Mengkilap bak mobil-mobil kepala desa Ia benci saat dipajang di meja ruang tamu Ia benci ratap rindunya entah sampai kapan // Kemarin ia sempat naik pitam Dijatuhkanlah dirinya pada kaki pemiliknya Ingin ia dengar geraman marah dan rintih kesakitan Ingin ia balas tuntas rindu kesumatnya

Komodo Jauh Lebih Seksi dari Pornografi

                                                        (Sumber Foto: Berita PUPR 20/07/2020) Jika investasi adalah indikator keseksian, maka benarlah komodo jauh lebih seksi dari pornografi. Komodo menjanjikan masa depan yang lebih nyata dan massal bagi pembangunan nasional. Komodo adalah gambaran sempurna tentang 'seksi' di mata investasi. Dalam rilis dari kementrian PU beberapa waktu lalu disebutkan bahwa ada 10 KSPN (kawasan strategis pembangunan nasional) yang menjadi prioritas pemerintah. Dari 10 KSPN Prioritas, pemerintah memilih lima yang menjadi KSPN Super Prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Manado-Likupang-Bitung, Mandalika, dan Labuan Bajo. Sehubungan dengan hal itu, Kepala BPIW (Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah) Hadi Sucahyono menyatakan Kementerian PUPR menugaskan BPIW untuk membuat perencanaan secara terpadu melalui Rencana ...