Langsung ke konten utama

Racun


Tak ada kemenangan yang lebih jaya
Dari melepaskan diriku dari racun kasihmu
Pikirkan baik-baik oh wahai
Sejak kapan jatuh cinta itu bencana
Bukankah itu saat paling indah dalam hidup anak manusia
Bagaimana tidak
Segala intuisiku ditarik mundul dari kegilaan
Dicambuk dan diarahkan paksa padamu
Aku sempat berpikir kasmaran macam ini
Masakan ia menjarah hartaku paling berharga begitu saja
Wajar saja insting binatangku masih demikian kuat
Mudahnya Ia merambah liar ke dasar jiwaku
Mencari intuisi-intuisi nakal yang masih bermain-main mencari corong surga
Ditariknya dengan paksa
Lagi-lagi diarahkannya padamu
Tak ada tersisa
Hanya kekosongan dan aku dan semua intuisi berdiri berdampingan menatapmu bagai bidadari
Benar saja
Aku terlena pada indahmu
Sekian lama sekian payah
Intuisi-intuisi gilaku mulai pergi
Mereka ingin mencari suaka lain dalam diri anak manusia
Mereka sudah tidak mengenalku lagi
Pun kekosonganku sudah tidak berwadah
Ia menjelma hampa yang menghilang begitu saja
Kaupun berpaling setelah semuanya kau renggut dariku
Bukanlah kemenangan cintaku
Akulah mati-sematinya
Mati dengan lepas dari racun cintamu
//
Kembalikan semua
Semua kembalikan
Aku mati tanpa kau dan intuisi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian-Bagian Rumah

Air sisa cucian yang sedari tadi ditumpahkan masih saja menetes, menciptakan genangan berlumpur di sekitar tenda cucian. Hampir mirip rawa-rawa kecil. Beberapa bungkus sabun colek ekonomis nampak berserakan di sekitar tenda, begitu juga dengan butir-butir nasi sisa makanan. Tenda cucian yang licin dan hitam legam pada bagian atasnya, genangan lumpur hitam di sekitarnya, serta bungkus-bungkus sabun colek yang sudah pudar warnanya membuktikan umur tenda itu, dan betapa banyaknya air sisa cucian yang selama ini ditumpahkan padanya. Seorang wanita jangkung berdaster melangkah ke dalam rumah melalui pintu dapur. Rambutnya yang sebagian beruban nampak berkilau ditempa cahaya matahari pagi, khas rambut-rambut wanita desa yang rutin digumuli santan kelapa tua. Otot-otot tangannya nampak mengencang seiring diangkatnya sebaskom cucian perkakas makan yang semalam dipakai. Demikian juga dengan otot-otot kaki yang mengancang seiring ia melangkah, tanda beratnya cucian perkakas yang ia bawa. De...